Inilah Penyebab Harimau Sering Masuk Permukiman Warga Riau

Foto : M Syukur

 

Provinsi Riau tahun ini banyak menjadi objek pemberitaan. Bukan hanya  keindahan alamnya, tapi juga kerusakan ekosistem dan habitat satwa yang diduga akibat masifnya konversi hutan menjadi perkebunan hingga hutan tanaman industri.

Rusaknya alam menjadi faktor satwa liar masuk ke permukiman. Misalnya saja buaya menerkam anak kecil seperti kejadian di Rokan Hulu, beruang menyerang petani di Kuantan Singingi, hingga kasus Bonita, Harimau Sumatera yang menewaskan dua petani di Kabupaten Indragiri Hilir.

Bonita-pun akhirnya dievakuasi setelah perjuangan panjang hingga 100 hari. Dia kini menjadi penghuni di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya, Sumatera Barat.

Tertangkapnya Bonita bukan berarti membuat harimau lainnya sembunyi ke hutan. Satwa sejenis lalu menunjukkan belangnya ke pemukiman. Habitat rusak menjadi faktor utama karena pakan seperti babi di hutan sulit ditemukan.

Kemunculan harimau terpantau di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi. Kabupaten terakhir memakan korban dari harimau betina karena ditemukan terjerat bersama dua janinnya.

Terakhir tentu saja Atan Bintang, Harimau Sumatera yang berkunjung ke pasar. Sebelumnya satwa jantan berusia tiga tahun ini memakan ayam di kandang milik warga tepat di belakang ruko. Keesokannya Atan terjebak di kolong ruko itu karena mengejar mangsanya ke sana.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono, mengatakan harimau masuk ke pemukiman disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, hutan yang dulunya tempat mencari makan serta berkembang biak berubah menjadi perkebunan yang membuatnya tidak nyaman.

“Fragmentasi hutan sangat berpengaruh kepada pakannya. Diapun keluar karena di habitat aslinya jarang ditemui pakan,” kata Suharyono, Sabtu (17/11/2018) siang.

Faktor lainnya adalah daerah jelajah. Setiap harimau punya kawasan untuk mencari makan. Berubahnya hutan menjadi kebun dan dibangun permukiman membuat harimau masuk ke sana.

“Dulunya hutan lalu mencari makan, ternyata sudah ada permukiman. Seperti di pasar itu, sekitarnya termasuk kawasan jelajahnya,” kata Suharyono.

Suharyono memastikan, harimau tidak akan keluar dari habitatnya kalau pakannya cukup. Dan harimau termasuk satwa yang memangsa sesuatu sesuai dengan kebutuhan hidupnya.

“Harimau tidak akan menumpuk makanan dan makan secukupnya,” ucap Suharyono.

source: trubus

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


16 − seven =